Iklan

DPC NAAT Malang Gelar Haul Wali Songo dan Maulid Nabi, Teguhkan Misi Merawat Nasab dan Menjaga Sejarah

Pandawa Cakra
Sunday, September 6, 2026, September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T04:29:05Z

MALANG 06 September 2026 (Pandawa Cakra) DPC Naqabah Ansab Auliya Tis'ah (NAAT) Malang menggelar Haul Wali Songo dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Zainul Ulum, Ganjaran, Malang, Ahad (6/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmah tersebut diikuti jajaran pengurus, anggota NAAT Kabupaten Malang beserta keluarga. Hadir sejumlah ulama dan tokoh, di antaranya KH Syamsul Arifin Tumpang, Prof. Dr. Fauzan Zenrif, serta para kiai jajaran Musytasar DPC NAAT Malang.


Acara diawali dengan tawassul, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Subbanul Wathan, dan Mars NAAT. Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan qiyam sebagai ekspresi kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.



Suasana semakin khidmat saat peserta mengikuti tahlil yang dipimpin KH Abdul Halim, kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Said Aziz.


Dzurriyah Wali Songo Diharapkan Menjadi Penerang Umat


Dalam tausiyahnya, KH Hamim Syirojuddin, Rois Syuriah DPC NAAT Malang, menyampaikan harapan agar para anggota NAAT, khususnya dzurriyah Wali Songo, tidak hanya memahami nasab sebagai garis keturunan, tetapi juga mampu meneruskan nilai dan perjuangan para pendahulunya.



Ia mengutip penggalan hadis yang menggambarkan kedudukan para pewaris kemuliaan sebagai penerang kehidupan:


“Fa innahum surujud-dunya wa mashabihul akhirah.”


Menurutnya, para wali memiliki perhatian besar terhadap perjuangan umat. Karena itu, generasi penerusnya harus mampu menghadirkan manfaat dan kepedulian kepada masyarakat.


Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kandungan ayat “Laqad ja'akum rasulun min anfusikum...”, yang menggambarkan besarnya kepedulian Rasulullah SAW terhadap keadaan umat.


“Seharusnya bagi pewaris Nabi, akhlaknya juga meneladani akhlak Nabi, yaitu merasakan penderitaan umat dan berusaha mempermudah banyak urusan,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.


NAAT: Menyatukan yang Terserak


Sementara itu, Agus Ali Zainal Abidin, Ketua Tanfidziyah DPC NAAT Malang, menegaskan bahwa Naqabah Ansab Auliya Tis'ah merupakan perkumpulan yang menjadikan ilmu, data, sejarah, dan akhlakul karimah sebagai bagian penting dalam pergerakannya.


Menurutnya, NAAT tidak dibangun untuk mempertentangkan kelompok ataupun kabilah.


> “NAAT tidak untuk mengadu domba. NAAT tidak untuk bermusuhan. NAAT bukan untuk menghujat kelompok satu dengan yang lainnya, ataupun kabilah satu dengan kabilah lainnya. NAAT adalah menyatukan yang terserak.”


Ia menjelaskan, semangat tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki pandangan yang benar mengenai sejarah, pedoman, serta teladan para pendahulu.


“Teladan yang terdekat adalah generasi-generasi Wali Songo. Agar kita tidak kehilangan sejarah kita sendiri,” ujarnya.


Nasab Perlu Dikaji dengan Ilmu dan Data


Dalam forum tersebut juga disampaikan mengenai keterhubungan nasab Auliya Tis'ah dengan Rasulullah SAW melalui jalur keturunan yang berbeda, termasuk melalui Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, serta jalur Sayyidina Musa al-Kadzim.


Pembahasan nasab, menurut semangat yang dikedepankan NAAT, tidak semestinya berhenti pada klaim. Persoalan tersebut perlu dikaji melalui data, dokumen, sumber sejarah, dan kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.


Sebab, nasab bukan hanya persoalan identitas keluarga, tetapi juga bagian dari sejarah yang memiliki konsekuensi moral bagi generasi penerus.


Haul dan Maulid sebagai Momentum Refleksi


Haul Wali Songo dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPC NAAT Malang tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial.


Momentum tersebut menjadi ruang untuk mengingat kembali jasa para wali dalam dakwah Islam sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.


Nasab perlu dijaga dengan ilmu. Sejarah perlu dirawat dengan amanah. Dan kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan dalam akhlak serta kepedulian kepada umat.


Semangat itu sejalan dengan misi NAAT untuk “menyatukan yang terserak”—merawat persaudaraan, menjaga sejarah, serta menghadirkan kajian nasab yang berpijak pada ilmu dan data.


(Muiz).



Komentar

Tampilkan

  • DPC NAAT Malang Gelar Haul Wali Songo dan Maulid Nabi, Teguhkan Misi Merawat Nasab dan Menjaga Sejarah
  • 0

Terkini