Iklan

Tradisi Megengan Menyambut Bulan Suci Ramadhan!

Pandawa Cakra
Sunday, February 8, 2026, February 08, 2026 WIB Last Updated 2026-02-08T07:44:27Z

 

Dokumentasi Foto : Drs.H.Dhany.N, S.H.,M.H (Pasukan 08 Badan Hukum Prabowo ) Bersama Ki Suparman Purbo Sesepuh Pesarean (Panglima Perang Mojopahit Eyang Kudo Kardono) di Kedondong, Kecamatan Tegalsari Surabaya.


Surabaya || Pandawa Cakra.com__.

Megengan adalah Tradisi masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan tahlilan, doa bersama, dan kenduri (makan bersama/sedekah makanan). Istilah ini berasal dari bahasa Jawa megeng yang berarti "menahan", sebagai simbol persiapan Spiritual untuk menahan hawa nafsu selama berpuasa. Tradisi ini sering dilaksanakan dengan menyajikan kue apem sebagai simbol permohonan maaf dan pembersihan diri. 



Poin-Poin Penting Tradisi Megengan :

1). Waktu Pelaksanaan: Dilakukan beberapa hari sebelum atau pada awal bulan Ramadan (akhir Sya'ban), seringkali di rumah, masjid, atau langgar.

2). Hidangan Khas (Apem): Kue apem wajib ada, diyakini berasal dari kata Arab afwun atau ngafwan yang berarti maaf/ampunan.

3). Doa dan Ziarah : 

Membaca Yasin dan Tahlil untuk mendoakan leluhur sebelum Ramadan.

4). Tujuan dan makna :  

. Pembersihan diri, memohon ampunan kepada Allah SWT dan bermaaf-maafan sesama manusia.

• Rasa Syukur & Sedekah : Wujud syukur karena masih diberi kesempatan bertemu bulan Ramadan dan mempererat silaturahmi.

• Akulturasi : Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk akulturasi budaya Islam yang diperkenalkan oleh Wali Songo dengan tradisi lokal Jawa. 

Tradisi ini masih lestari dan menjadi momen untuk memperkuat nilai kebersamaan dan Spiritualitas sebelum berpuasa. 


Sumber : Drs. H. Dhany Nartaawan, S.H,. M.H (Badan Hukum Prabowo).


(Edwin).


Komentar

Tampilkan

  • Tradisi Megengan Menyambut Bulan Suci Ramadhan!
  • 0

Terkini