Jakarta || Pandawa Cakra.com_.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan siap mendukung upaya penanganan aksi begal yang kembali marak di sejumlah wilayah.
Keterlibatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, mengatakan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan izin kepada jajaran prajurit TNI untuk membantu penanganan aksi kejahatan jalanan, termasuk begal.
Namun, ia menegaskan tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI terkait operasi pemberantasan begal secara langsung.
"Tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal. Namun, Panglima menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri," ujar Brigjen Nas.
Brigjen Nas menjelaskan, peran TNI dalam penanganan kasus begal hanya sebatas mendukung tugas kepolisian di lapangan. Prajurit TNI dipastikan tidak terlibat langsung dalam proses penangkapan, penindakan hukum, maupun pemeriksaan terhadap pelaku.
Menurutnya, kehadiran personel TNI bertujuan membantu menciptakan rasa aman serta memastikan masyarakat terlindungi dari tindak kriminalitas jalanan.
Untuk menghindari tumpang tindih kewenangan, TNI juga akan memperkuat koordinasi dan sinergi bersama Polri agar penanganan kasus berjalan efektif dan sesuai aturan yang berlaku.
"TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku," tegasnya.
Diketahui, kasus begal belakangan kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah kejadian terjadi di berbagai daerah.
(Tim Red).



