Iklan

Gerak Cepat Presiden RI Prabowo Subianto Konsekuen dan Konsisten Membasmi Korupsi! Mulai dari Antar-Kita Sebelum ke Antartika: Kasus BGN yang Fenomenal Memalukannya

Pandawa Cakra
Saturday, June 6, 2026, June 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T14:41:30Z

Oleh: Andre Vincent Wenas ,MM,MBA., Pemerhati Ekonomi dan Politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.


Jakarta || Pandawa Cakra.com_.

Semasa kampanye pilpres kemarin ia punya peran yang cukup sentral di TKN (Team Kampanye Nasional) paslon nomor urut 2 (Prabowo-Gibran). Beberapa kali rapat yang saya ikuti tokoh ini selalu ada dan bahkan memimpin jalannya rapat TKN. Singkat cerita keberadaannya boleh dibilang termasuk “ordal” (orang dalam) di sirkel team pemenangan.


Surat Presiden (SuPres) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar Rancangan Undang-Undang ini segera dibahas. Namun waktu terus berlalu, semua anggota dewan bungkam, dan Ketua DPR Puan Maharani tidak pernah menyinggung soal Surat resmi yang dikirim oleh Presiden Joko Widodo itu.


Malah yang ramai adalah insiden penjarahan rumah Sahroni dan rumah beberapa artis yang jadi anggota DPR oleh massa pasca joget-joget di ruang sidang. Lalu isu yang jadi omongan publik malah soal “black mamba” yang didapati tergeletak di rumah Sahroni sehabis amuk-massa waktu itu. Siapa pemiliknya? Dipakai untuk apa? Bagaimana cara pakainya? Ada juklaknya nggak? Dan berbagai pertanyaan penasaran yang tidak penting tapi mencuat saat itu.


Dengan diprosesnya mantan Kepala Badan Gizi Nasional dan Wamen Imigrasi maka isu pemberantasan korupsi kembali naik ke permukaan, termasuk mempertanyakan soal pengesahan RUU Perampasan Aset itu. Alasan apalagi yang mau dikemukakan Ketua DPR Puan Maharani terhadap belum dibahasnya RUU Perampasan Aset oleh DPR?


Presiden Prabowo Subianto sudah konsekuen dan menunjukkan konsistensinya dalam membasmi korupsi. Bahkan “inner-circle”-nya sendiri pun disikat. Mulai dari Antar-Kita sebelum ke Antartika, kasus BGN yang fenomenal memalukannya tidak segan-segan ia tindak.


BGN ini program “kesayangan” Presiden Prabowo, anggaran yang dialokasikan pun paling besar, sekitar tiga ratusan triliun lebih, maka bisa dipahami kalau ia sangat sedih dan kecewa dengan para eksekutornya. Ini bentuk pengkhianatan.


BGN adalah demi mempersiapkan generasi emas menjelang bonus demografi sebentar lagi. Waktunya tidak banyak, jangan sampai “window of opportunity” ini berlalu sia-sia yang menyebabkan kita gagal menjadi negara maju. Mengakibatkan kita terus menerus berkubang dalam “middle-income trap”, menjadi negara berkembang terus menerus tanpa pernah melangkah jadi negara maju.


Ditangkapnya “ordal” di lingkaran presiden menjadi peringatan keras juga bagi para pembantunya, yang masih dengan diam-diam korupsi (alias belum ketahuan). Segeralah bertobat. Drone yang bisa mendeteksi bunker-bunker di bawah tanah tempat menyembunyikan hasil korupsi sebentar lagi mengudara.


(Tim Red).


Komentar

Tampilkan

  • Gerak Cepat Presiden RI Prabowo Subianto Konsekuen dan Konsisten Membasmi Korupsi! Mulai dari Antar-Kita Sebelum ke Antartika: Kasus BGN yang Fenomenal Memalukannya
  • 0

Terkini